Orang bijak berkata (Kahlil Gibran) :
Saat sepi menyengat terbukungkus gundah,
Siapakah yang sudi datang menyiraminya dengan kesejukan?
Saat hati meringis perih berbias rasa takut mencekam,
Siapakah yang sudi datang membalutnya dengan sentuhan kedamaian?
Siapa pula yang senantiasa berdoa dan berharap kepada Yang Kuasa
Dengan kepedulian kasih tanpa batasan pamrih?
Ia adalah sisi biru sebuah hati
Ia adalah sahabat
Teman dalam makna
Teman dalam kesungguhan arti yang sesungguhnya
Sahabat adalah kebutuhan jiwa yang mendapat imbangan
Dialah ladang hati yang dengan kasih kau taburi dan kau pungut buahnya penuh rasa terimakasih
Dia pulalah naungan sejuk keteduhanmu
Sebuah pendiangan demi kehangatan sukmamu
Karena kau menghampirinya di kala hati gersang kelaparan,
Dan mencarinya di kala jiwa membutuhkan kedamaian.
Persembahkan yang terindah demi persahabatan !
Jika ia harus tahu musim surutmu,
Biarlah dia mengenal pula musim pasangmu
Dan ketika ia diam, hatimu tidaklah berhenti mendengarkan hatinya,
Sebab tanpa perkataan, di dalam persahabatan segala pikiran, segala keinginan, segala harapan,
Dilahirkan dan dibagi dengan suka cita yang tak terkira….
Ya… bagiku, sahabat adalah hadiah;
Karena, dibalik segala kekurangan saya mereka masih tetap mau saling bertukar kabar, baik dengan sms-sms, telpon, chatting singkat, saling menasehati, menyemangati, saling berkirim email-email singkat, bahkan email-email panjang yang kadang butuh waktu berhari-hari membalasnya.
Ya… bagiku, sahabat adalah anugerah;
Karena mereka tak hanya menasehati saya namun saya berharap juga memaafkan saya (semoga). Karena alhamdulillah kami sampai saat ini masih saling bertukar kabar.
Ya… bagiku, sahabat adalah amanah;
Karena ternyata butuh penjagaaan yang serius agar tetap indah selamanya. Kembali kepada peristiwa di atas, saat berbincang dengan salah satu dari pihak yang berkonflik tersebut, kemudian banyak sekali hikmah yang kemudian dapat saya peroleh. Hal-hal ini sekaligus menjadi renungan terhadap hal-hal yang mungkin juga pernah saya langgar ketika berinteraksi dengan sahabat-sahabat saya;
Ketika sahabatmu merasa tersakiti, lekaslah introspeksi diri, mungkin bagimu engkau benar namun baginya hati telah tersakiti. Tidak ada salahnya memulai meminta maaf;
Menjadi seorang sahabat butuh empati, pemahaman terhadap perasaan orang lain;
Sahabatku adalah anugrah terbaik dan terindah dari sang pencipta. i mizz u all my best friend.
0 comments:
Post a Comment